Identitas Masyarakat Kabupaten Lombok Tengah Berdasarkan 4 Unsur Pembentuk Identitas Nasional ( Suku, Bangsa, Agama, Kebudayaan, Bahasa)

                                                           

1.      Suku Bangsa
Dari data yang saya dapatkan, Jumlah penduduk di kabupaten Lombok tengah sejak tahun 2010 sampai 2013 meningkat.. Jumlah penduduk di kab. Loteng pada tahun 2010 adalah 861, 209 jiwa yang terdiri dari  Pr = 454, 130 jiwa dan Lk = 407, 079 jiwa. Pada tahun 2011 berjumlah 868, 895 jiwa yang terdiri dari Pr = 457, 431 Jiwa dan Lk = 411, 464 Jiwa. Pada tahun 2012 berjumlah 875, 231 jiwa yang terdiri dari  Pr = 460, 629 Jiwa dan Lk = 414, 602. Pada tahun 2013 berjumlah 881, 746 jiwa yang terdiri dari Pr = 464, 972 jiwa dan Lk = 416, 774 Jiwa. Ada bebrapa suku yang ada di Kab. Lombok tengah antara lain suku sasak, suku mbojo, suku samawa,suku  jawa , madura dan bali. Dari hasil wawancara yang saya lakukan dengan Nara Sumber yang berprofesi sebagai guru IPS di salah satu sekolah swasta di praya menjelaskan bahwa kedatangan mereka ke Lombok Tengah karena pekerjaan dinas dan selain itu juga kedatangan mereka ke Lombok Tengah untuk berjualan seperti jual sate, nasi goring, gorengan dll. Berikut ini data jumlah penduduk Kab. Loteng


2.      Agama
Dari data yang saya dapatkan  jumlah penduduk pemeluk agama di NTB khususnya di Kaab. Lombok Tengah berjumlah 898. 079 jiwa yang terdiri dari pemeluk agam islam berjumlah 895.061 jiwa, Pemeluk agama Kristen berjumlah 188 jiwa, pemeluk agama Katolik berjumlah 96 jiwa, pemeluk agama Hindu berjumlah 2. 619 jiwa, pemeluk agama Budha berjumlah 115 Jiwa. Di Kab. Loteng yang lebih mendominasi adalah agama islam. Walaupun penduduk di Kab. Lombok Tengah menganut berbagai agama tetapi tidak pernah terjadi konflik yang menyebabkan pecahnya persaudaraan antar umat beragam di Kab. Lombok Tengah.
Berikut adalah tabel rincian komposisi jumlah pemeluk agama di NTB berdasarkan Kabupaten/Kota :
No
Kabupaten/Kota
Jumlah Penduduk Berdasar Agama
JML
Islam
Kristen
Katolik
Hindu
Buddha
Khong-
hucu
1
Kota Mataram
338.900
12.270
5.760
68.242
7.680
25
482.852
2
Kab. Lobar
551.818
332
105
38.489
2.456
-
617.005
3
Kab. Lombok Tengah
895.061
188
96
2.619
115
-
898.079
4
Kab. Lombok Timur
1.170.829
175
47
875
2
-
1.171.928
5
Kab. Sumbawa
528.360
2.377
2.796
14.502
486
-
549.273
6
Kab. Sumbawa Barat
112.664
444
372
1.278
10
-
114.780
7
Kab. Dompu
217.006
388
419
3.350
-
-
221.163
8
Kab. Bima
458.796
432
2.253
360
49
-
461.890
9
Kota Bima
126.139
938
683
258
22
-
215.526
10
Kab. Lombok Utara
200.319
33
6
8.851
6.317
-
215.526
TOTAL
4.649.892
17.577
12.148
139.824
17.182
25
4.835.648
         Sumber: Kanwil Kementerian Agama NTB 2013/2014

3.      Budaya
Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang (masyarakat) dan diwariskan dari generasi ke generasi. Sedangkan, kebudayaan adalah sarana hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Pulau Lombok  adalah sebuah pulau di kepulauan Sunda Kecil atau Nusa Tenggara yang terpisahkan oleh Selat Lombok dari Bali di sebelat barat dan Selat Alas di sebelah timur dari Sumbawa. samudra indonesaia di sebelah utara dan samudra hindia disebelah seletan. Berikut ini kebudayaan yang tumbuh dan berkembang di Kab. Lombok Tengah sbb:
a.      Peresean
Budaya Presean atau bertarung dengan rotan memang sudah dikenal masyarakat Lombok sejak lama. Namun budaya yang penuh dengan kekerasan itu berubah menjadi unik ketika dipadukan gaya bela diri yang unik dan lucu dari pemainnya. Budaya peresean ini sangat berkembang di Kab. Lombok Tengah.
Presean adalah salah salah satu kekayaan budaya bumi gogo rancah (lombok). Acara ini berupa pertarungan dua lelaki Sasak bersenjatakan tongkat rotan (penjalin) serta berperisai kulit kerbau tebal dan keras (ende). Petarung biasa disebut pepadu. Presean bermula dari luapan emosi para prajurit jaman kerajaan taun jebot (dahulu kala) sehabis mengalahkan lawan di medan perang. Acara tarung presean ini juga diadakan untuk menguji keberanian/nyali lelaki sasak yang wajib jantan dan heroik saat itu.
b.      Gendang Beleq
Gendang beleq merupakan salah satu seni musik yang dimainkan oleh banyak orang atau biasanya berjumlah kurang lebih 20 orang. seni musik ini sangat terkenal ddan menjadi salah satu jenis musik yang digemari oleh masyarakat lombok. Gendang beleq merupakan warisan nenek moyang orang lombok yaitu suku sasak. Gendang beleq ini terdiri dari 2 atau lebih gendang beleq dimana gendang beleq ini mirip-mirip seperti gendang biasa yang ujung kiri dan kanannya tertutup oleh kulit sapi yang konon katanya sudah tersimpan sampai bertahun-tahun tapi ukurannya cukup besar. Dan alat ini dimainkan dengan cara dipukul dengan pemukul disebelah kanan dan tangan kiri hanya sebagai penyeimbang ketukan saja. suara yang sama seperti gendang namun lebih besar  dari biasanya menjadi posisi dan bagian utama dalam gendang beleq. Gendang belek sangat menarik banyak wisatawan dan ini mejadi asset pulau Lombok yang harus dilestarikan dan dijaga.
c.       Begibung
Begibung merupakan acara makan bersama yang dilakukan oleh masyarakat adat sasak khusunya masyarakat di Kab. Lombok Tengah. Begibung ini dilakukan pada saat acara Begawe Belek misalkan pada saat acara pernikahan. Di Kab. Lombok Tengah, begibung berarti menyatukan kebersamaan dalam perbedaan. Begibung ini dilakukan oleh masyarakat suku sasak, tetapi yang ikut begibung tidak hanya masyarakat sask saja melainkan semua suku yang ada di sekitaran tempat tinggal masyarakat yang sedang begawe belek , baik itu suku sasak, samawa, mbojo, jawa , Madura dan bali. Budaya begibung ini seolah- olah menjadi penyatu dari keanekaragamaan suku bangsa yang tinggal di Kab. Lombok Tengah. Untuk mempersiapkan acara begibung, semua massyarakat saling membantu termasuk masyarakat dari suku- suku lain, begitu juga sebaliknya.
d.      Besapuk
Budaya lain yang tumbuh dan berkembang Karena kedatangan suku lain adalah busana dan tradisi masyarakat. Misalnya, ikat kepala, yang dalam tata busana adat Sasak disebut sapuk (dipakai pria), mirip dengan destar dalam busana Bali. Sapuk merupakan  Akulturasi budaya antara penduduk lokal dan Bali serta Jawa. Sapuk digunakan oleh laki- laki suku sasak khususnya suku sasak di Kab. Lombok Tengah pada saat acara Nyongkolan.
4.      Bahasa
Disamping bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional, penduduk di Kab. Lombok Tengah menggunakan bahasa sasak  (bahasa asli) sebagai bahasa utama dalam percakapan sehari-hari. Di Kab. Lombok Tengah sendiri bahasa Sasak dapat dijumpai dalam empat macam dialek yang berbeda yakni dialek Lombok utara , tengah, timur dan tenggara. Karena yang tinggal di Kab. Lombok Tengah orang-orang yang bersal dari Lotim, Lombok Utara, dan Lombok Barat. Sedangkan masyarakat suku lain yang tinggal di Kab. Lombok Tengah menggunakan bahasa dari daerah atau tempat tinggal mereka masing-masing. Misalnya penduduk di kab. Lombok Tengah yang berasal dari suku samawa menggunakan bahasa samawa dengan keluarganya atau kerabat dekat yang berasal dari samawa juga, tetapi apabila berkomunikasi dengan penduduk suku sasak menggunakan bahasa Indonesia.  Ada juga bahasa yang digunakan oleh Bangsawan suku sasak di Kab. Lombok Tengah yaitu Bahasa Halus. Dikatakan bahasa halus karena sangat halus dan sopan. Bahasa ini digunakan oleh bangsawan suku sasak di Kab. Lombok Tengah, tapi ada juga masyarakat biasa yang menggunakannya tetapi tidak banyak. Tetapi bukan berarti bahasa sasak yang biasa digunakan oleh masyarakat suku sasak Kab. Lombok Tengah tidak halus dan sopan.

B.      4 unsur ini bisa membangun integrasi Nasioanal masyarakat di Kab. Lombok Tengah dan bisa juga menyebabkan disintegrasi. Dengan adanya kesamaan cita-cita dan tujuan hidup. Adanya perbedaan agama, suku, bahasa dan budaya tidak menjadikan masyarakat Kab. Lombok Tengah menjadi pecah belah atau mendatangkan konflik. Justru karena adanya perbedaan menjadkan masyarakat Kab. Lombok Tengah saling menghargai dan menghormati perbedaan dan keanekaragaman. Di kabupaten Lombok tengah pernah terjadi konflik dikarenakan perbedaan pendapat antar desa. Sehingga terjadilah bentrok antar desa yang menjatuhkan beberapa korban jiwa. Sehingga ini menyebabkan disintegrasi antar masyarakat suku sasak di daerah tersebut.

Sumber: BPS Lombok Tengah

Kakanwil Kemenag NTB

Komentar

  1. ini baru sebagian kecil identitas dari masyarakat lombok... masih banyak lgi klo tentang budaya dan wisatanya...

    http://www.marketingkita.com/2017/08/expedisi-pengiriman-dalam-ilmu-marketing.html

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan Populer