Nilai- nilai yang Terkandung dalam Menyilak
![]() |
| Pemuda yang ditunjuk untuk pergi Menyilak Sumber :https://caderabdul.wordpress.com/category/wisata-air-terjun/ |
![]() |
| Bapak Muhnam sedang menunggu Pesilaan Sumber : https://caderabdul.wordpress.com/category/wisata-air-terjun/ |
Menyilak adalah undangan dengan cara seseorang datang langsung ke rumah yang diundang untuk memberitahu sekaligus mengundang untuk hadir dalam acara- acara tertentu. Menyilak hanya ada di suku sasak, akan tetapi tiap- tiap kabupaten di Lombok menyebutnya dengan nama yang sedikit berbeda. Meyilak di zaman modern ini sudah jarang dilakukan oleh masyarakat suku sasak, khususnya masyarakat yang sudah tinggal di perkotaan. Dengan alasan jika menyilak digunakan untuk mengundang keluarga dan sanak saudara yang rumahnya cukup jauh, akan menghabiskan waktu dan biaya yang tidak sedikit.
Hal ini sangat kita sayangkan, karena
menyilak merupakan salah satu kearifan lokal yang kita miliki dan banyak
mengandung nilai- nilai sosial.
Masyarakat desa khususnya mayoritas
suku sasak masih menggunakan Menyilak untuk mengundang tamu. Biasanya
menyilak dilakukan apabila ada orang di desa yang menikah. Pihak keluarga yang
menikah menunjuk satu atau dua orang dari anggota kelurga mereka baik laki-
laki atau perempuan sebagai tukang pesilak ( orang yang pergi
meyilak ) untuk mendatangi rumah warga satu persatu dan memberi tahu kapan
waktu acaranya, siapa yang menikah dll. Dengan undangan secara langsung, tukang
pesilak bisa bersilaturrahmi dan saling mengenal apabila sebelumnya belum
pernah saling mengenal antara tukang pesilak ( yang datang
mengundang ) dengan yang dipesilak ( yang menerima undangan ).
Menyilak memiliki nilai- nilai
sosial diantaranya silaturrahmi dan saling mengenal satu sama lain.
Meyilak menjadi salah satu acara silaturrahmi yang dilakukan oleh kelurga
yang satu dengan yang lain, masyarakat yang satu dengan yang lain. Karena pada
saat acara menyilak berlangsung, akan terjadi obrolan antara tukang
pesilak ( yang datang mengundang ) dengan yang dipesilak ( yang
menerima undangan ) mengenai hal- hal tertentu , misalnya dari mana asal
mempelai wanita atau laki- laki, menanyakan kabar keluarga mempelai dll. Bagi
yang belum pernah saling mengenal sebelumnya, di sini akan terjadi perkenalan.
Mereka akan saling mengetahui satu sama lain dan asal dari keluarga masing-
masing.
Mari kita lestarikan budaya keraifan
lokal yang sudah dibangun sejak dulu oleh nenek moyang kita, karena itu mengandung
nilai- nilai sosial yang dapat mempererat hubungan kita dengan masyarakat yang
lain.
sumber :
| https://caderabdul.wordpress.com/category/wisata-air-terjun/ |



inspiratif :)
BalasHapus